|
Sebelumnya sempat beredar rumor, kedatangan beliau hanyalah peredam
kekecewaan masyarakat tanah Batak karena sepanjang sejarah baru kali ini
kabinet nihil suku Batak, ditambah lagi di distrik Batak ini bisa dikatakan
sebagai lumbung suara Jokowi sewaktu pilpres. Tapi, ternyata kedatangan
beliau tulus untuk bercengkrama dengan para pengungsi yang membutuhkan
belaian dari pemimpinnya.
Rabu, 29 Oktober 2014, itulah hari yang sangat menggembirakan bagi pengungsi korban meletusnya Gunung Sinabung. Setelah hampir setahun nasibnya terlunta-lunta tanpa akomodasi yang jelas, kini telah dibelai oleh orang yang tepat. Terlihat wajah-wajah pengungsi di berbagai media sungguh sumringah. Lelah, sedih dan duka mendadak hilang dari guratan wajah-wajah pengungsi erupsi Sinabung yang hampir putus asa melihat nasibnya. Pasalnya, mereka merasa diperhatikan dan tidak diingkari dengan segudang retorika. Jokowi sewaktu berstatus sebagai capres dalam kunjungannya ke Tanah Karo sempat berkata akan kembali ketika menjadi presiden dan terbukti dia memang kembali ke Tanah Karo. Saya selaku orang bersuku Karo merasa bangga Kabupaten Tanah Karo untuk kesekian kalinya didatangi pembesar negara dengan tujuan positif. Kebahagiaan itu semakin menjadi-menjadi ketika mengalirnya kebutuhan yang diimpikan pengungsi selama ini. Janji-janji seperti pemberian uang saku, relokasi, renovasi tempat tinggal, kini perlahan-lahan mulai disalurkan kepada para pengungsi. Perihal perizinan relokasi di Kementerian Kehutanan yang sebelumnya tersendat kini telah mendapatkan angin segar. Izin telah diberikan oleh kementerian itu sehingga pemda dan pemkab setempat tinggal menindaklanjutinya. Tempat untuk relokasi pengungsi juga dipilih berdasarkan letak geografis yang kurang lebih hampir sama dengan tempat bernanung para pengungsi sebelumnya sehingga kelak mereka-mereka yang direlokasi dapat membenahi hidupnya yang telah kelabu akibat amukan Gunung Sinabung. Berdasarkan berita beberapa media, aliran dana yang mengucur untuk membantu pengungsi sekitar Rp 91,5 miliar. Uang sebesar Rp 500 ribu untuk setiap kepala keluarga juga telah diakomodir di dalamnya. Perlahan-lahan angin segar itu menghampiri para pengungsi, kesabaran yang selama ini mereka tanam berbuah manis. Retorika yang jadi sarapan para pengungsi kini telah mengarah kepada realisasi, tinggal menunggu eksekusi dan itu bukan janji lagi. Kartu Sakti dan Terima Kasih Perhatian presiden ke- itu belum berhenti. Program unggulan yang disebut-sebutnya selama kampanye mulai direalisasikan. "Kartu sakti Jokowi", begitulah beberapa media menyebut program ini. Pasalnya, program ini berkaitan dengan kartu yang akan dipegang masyarakat yang membutuhkannya sehingga dengan kesaktian kartu itu kebutuhan masyarakat bisa diakomodir. Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Senin, 3 November 2014, diluncurkan. Kabar gembiranya, para pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung menjadi perhatian utama pembagian kartu sakti ini. Perihal pendidikan anak-anak pengungsi yang selama ini terombang-ambing kini telah mendapatkan titik terang dengan adanya KIP. Perihal kesehatan yang selama ini menjadi masalah mendasar para pengungsi perlahan-lahan akan berakhir. Selain pendidikan dan kesehatan, para pengungsi juga diperhatikan kesejahteraannya. Mimpi buruk para pengungsi terkait gelapnya nasib kini mulai mendapatkan titik terang lewat datangnya "malaikat penolong" Jokowi ke Tanah Karo membawa segudang bantuan dan kartu sakti yang akan menemani keluh kesah para pengungsi. Semoga eksekusi dari kartu sakti ini tidak menuai kesalahan seperti progran bantuan-bantuan sebelumnya dari pemerintah. Masalah-masalah seperti salah sasaran dan korupsi diharapkan tidak terjadi dalam program jitu Presiden Jokowi ini. Sebab, adanya kabar kartu sakti akan turun menghampiri para pengungsi merupakan sebuah tiupan angin surga yang diharapkan realisasinya berlangsung baik dan benar. Oleh sebab itu, diharapkan oknum-oknum yang diperintah merealisasikan program ini bekerja sebenar-benarnya dan mengeyampingkan urusan perut dan keuntungan pribadi. Keluh dan kesah para pengungsi sudah saatnya diakhiri. Semoga program itu dapat direalisasi tepat sasaran dan hilanglah kegalauan pengungsi memikirakan nasibnya yang selama ini tidak jelas. Saya selaku insan yang berkampung halaman di Tanah Karo (bersuku karo) menyampaikan terima kasih atas kedatangan dan bantuan yang diberikan pak presiden. Semoga bantuan ini benar-benar tepat sasaran dan menjadi angin segar bagi para pengungsi. |
- Blogger Comment
- Facebook Comment
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)
0 komentar:
Posting Komentar