Demam (Judi) Bola. Medan Bisnis

Piala dunia 2014 seakan membius para pencinta bola di tanah air. Tak peduli pukul berapa pertandingan itu ditayangkan, berjuta pasang mata siap menyaksikan perhelatan terbesar tahun ini yang berlangsung di Brazil. Demam piala dunia mulai membahana seantero negeri, mulai dari anak-anak sampai orangtua, semua menikmati setiap detik pertandingan di Brazil itu.
Tapi kebiasaan buruk yang tak pernah lepas setiap ada perhelatan besar seperti piala dunia ini ialah, perihal judi bola. Judi bola ini seperti budaya buruk yang sangat sulit sekali di berantas, pasalnya, kegiatan yang satu ini diamini oleh sebagian orang sebagai kegiatan yang menambah sensasi menonton bola, selain itu dengan berjudi maka akan terlihat jelas ada negara yang benar-benar didukung sebab ada uang yang menanti jikalau negara yang didukung berhasil menang.
Kegiatan judi bola ini merebak ke berbagai usia pencinta bola, mulai dari anak kecil sampai orangtua. Kebanyakan mereka beranggapan bahwa judi ini terjadi sekitar 2 atau 4 tahun sekali, dimana ketika ada perhelatan sepakbola akbar seperti piala eropa dan dunia. Oleh sebab itu, mereka merasa tidaklah rugi berjudi karena terjadi dalam jangka waktu yang relative lama (atau bahasa Medan: Jarang-Jarang). Perjudian bola ini dilakukan dengan berbagai cara seperti lewat SMS, Dunia Maya, dan Tatap Muka.
Namun, apapun alasannya, kegiatan judi tetaplah merugikan diri. Merusak diri, keimanan dan keuangan. Maka kegiatan yang seakan menjadi budaya ketika ada event akbar seperti ini harus diberantas.
Konon katanya, pihak polisi juga telah membentuk tim khusus untuk memberantas judi bola ini. Tim itu memfokuskan diri untuk memberantas judi bola online yang beromzet jutaan sampai milyran. Sebuah apresiasi tinggi patut diberikan kepada penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri yang berhasil membekukan 146 rekening milik pelaku judi online (berita.plasa.msn.com). Hal ini merupakan salah satu langkah tegas yang harus senantiasa dilakukan pihak polri untuk memberantas penyakit masyarakat (Pekat) yang satu ini, sebab bermain judi adalah kegiatan yang memiliki kecanduan tinggi, sehingga harus di berantas.
Tapi penulis agak heran, mengapa pihak Polri berfokus kepada judi online saja?, bagaimana perjudian bola yang dilakukan lewat sms dan tatap muka. Sebagaian dari kita mungkin asing dengan penggunaan internet sehingga lebih sering taruhan dengan teman sejawat melalui sms ataupun tatap muka, apakah tindakan yang dapat dilakukan polri untuk memberantas judi bola dengan sistem seperti ini?.
Nilai-nilai Kehidupan
Ada yang beranggapan menonton bola tanpa taruhan tidak ada sensasinya, disini penulis ingin mengatakan bahwa sepakbola adalah kegiatan yang banyak memiliki nilai filosofis.
Geguritas Darmapada pernah mengatakan bahwa hidup seperti bermain bola, kita kejar beramai-ramai, kita perebutkan, kita tendang, lalu kembali kita kejar dan seterusnya, dengan kata lain jika kita melihat pertandingan sepakbola maka akan banyak nilai-nilai kehidupan yang dapat kita pelajari di setiap pertandingan.
Selain itu, terdapat juga pelajaran kehidupan seperti bekerjasama dengan manusia lain untuk mencapai tujuan yang ingin dituju. Tidak berhenti sampai disitu saja di setiap permainan sepakbola juga mengajarkan bahwa perbedaan dari segi ras, suku dan agama tetap jadi satu dalam irama permainan yang sehat. Tidak ada pertikaian yang mengatasnamakan SARA, sehingga hal ini mengajarkan kita bahwa permainan sepakbola itu adalah salah satu contoh kerukunan antar umat manusia di tengah pluralitas yang tinggi.
Hal menarik lainnya dari setiap pertandingan sepakbola ialah, adanya sportifitas yang tinggi dalam bersaing. Sekiranya hal ini perlu dicontoh untuk kehidupan kita dan untuk pasangan capres yang bertarung di pilpres, sehingga pikiran kotor seperti adanya pemburukan calon lain dengan black campaign (Kampanye Hitam) tidak terjadi lagi, selain itu pola pikir siap menang siap kalah di tim sepakbola sekiranya patut juga dicontoh sehingga mental-mental juara dan petarung ada di mindset tiap capres.
Dari hal itu maka dapat disimpulkan bahwa banyak sekali hal-hal positif serta nilai-nilai kehidupan yang dapat diambil dari setiap kita menonton pertandingan bola. Esensi dari menonton pertandingan bola itu ialah melihat seni mengolah si kulit bundar, melihat kekompakan sebuah tim sepakbola dalam menghadapi lawannya, mencontoh sportifitasnya, melihat nilai filosofis yang penting untuk kehidupan.
Terlalu rendah orientasi kita jika melihat pertandingan sepakbola terutama pada piala dunia ini hanya untuk berjudi (menggandakan uang). Berbagai hal positif yang lainnya tidak kita ilhami dari setiap pertandingan sepakbola. Budaya judi yang selama ini kita jadikan acuan dalam menambah sensasi menonton bola adalah tindakan yang salah. Demam bola lalu demam judi, paradigma ini harus dihapuskan. Pecinta bola sejati itu ialah mereka yang senantiasa melihat setiap pertandingan bola untuk mengambil nilai-nilai kehidupan, tidak menodainya dengan kegiatan perjudian yang menguras kantong dan merugikan keimanan.




Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar