Beberapa masalah di
atas membuat intern parpol demokrat mulai mencari langkah penyelamatan agar
partainya dapat berbicara banyak di pemilu 2014 kelak. Langkah penyelamatan itu
di urai lewat sebuah konvensi dengan tujuan untuk memilih seorang sosok yang
akan di usung di pilpres 2014.
Lewat konvensi ini
demokrat mencoba menuai harapan agar para peserta konvensi dapat menaikkan
kembali harkat partai karena posisi demokrat memang sudah mulai di tinggalkan
votersnya dan berpaling kepada sosok yang terkenal dengan blusukannya yakni
“jokowi”. Konvensi ini di adalah sebuah siasat yang terbilang cukup cerdas
untuk menaikkan elektabilitas parpol, para peserta konvensi berusaha menaikkan
elektabilitasnya di mata masyarakat agar dapat memenangkan konvensi dan pasti
para peserta konvensi akan menyebut nama dari partai berlambang bintang cosmos
ini dalam setiap promosinya di masyarakat sehingga masyarakat mulai simpatik
kembali dengan partai demokrat. Benar-benar sebuah langkah penyelamat partai.
Konon katanya para peserta juga akan di uji
lewat popularitasnya di dunia maya seperti di twitter, jika sudah seperti ini
maka peperangan antar para konvensi juga akan semakin sengit dan siapa yang
akan mendapat untuknya yakni tak lain tak bukan ialah partai pimpinan presiden
kita karena partainya akan terus di bicarakan di dunia maya. Para peserta
konvensi seperti Dahlan Iskan, Anies Baswedan, Marjukie Alie, Dino Patti Jalal,
Pramono Edhi Wibowo adalah kandidat terkuat yang akan memenangi kontes pilpres
ala partai demokrat ini mengingat jumlah pengikutnya di twitter sangat tinggi,
apalagi sosok Dahlan Iskan yang mulai merambah dunia perfilman sembari
mempromosikan dirinya, selain itu sosok anies baswedan juga sosok yang cukup di
unggulkan mengingat ia adalah kader dari organisasi kemahasiswaan yang cukup
besar di Indonesia. Jadi siapapun yang
akan memenangkan konvensi adalah sosok yang terbaik dari kacamata partai demokrat.
Unsur
Politis
Dunia perpolitikan
adalah dunia yang bisa dikatakan sebagai dunia yang penuh dengan trik dan
siasat agar tujuan dari pengguna trik dan siasat tersebut dapat terwujud,
uraian inilah yang mungkin bergulir di partai demokrat. Jika di telisik
perlahan-lahan apakah sudah pasti pemenang konvensi akan dijadikan capres tetap
oleh partai demokrat dan apakah juga partai demokrat mempertaruhkan harkat dan
martabatnya oleh seseorang yang di jagokan atas dasar sebuah konvensi?,
pertanyaan-pertanyaan seperti inilah yang sebenarnya memuat unsur-unsur politis
di balik konvensi partai berlambang bintang cosmos ini.
Tidak adanya
transparansi mau di apakankah pemenang dari konvensi yang melibatkan PNS,
intern dan eksternal parpol ini tetapi yang anehnya banyak sosok yang terbilang
cerdas mau mengikuti konvensi tanpa kejelasan ini.
Selain itu unsur
politis yang lainnya yakni adalah ikutnya sosok adik ipar dari ketua umum
partai demokrat yakni, Pramono Edhie Wibowo. Dari para peserta yang lainnya
maka sudah pasti sosok yang satu ini paling dekat dengan ketua umum sehingga
trik politiknya bisa seperti mewajibkan para peserta konvensi untuk
berkeliling-keliling nusantara agar mempromosikan dirinya dan partai dengan
reward siapa yang memiliki elektabilitas tertinggi di mata masyarakat akan
menjadi pemenang, dan ketika partai demokrat mulai di percaya kembali oleh
masayarakat atas kerja keras dari para konvensi bukan tidak mungkin sosok
Pramono Edhie Wibowo yang akan di sahkan dan di calonkan oleh ketua umum mengingat
ketua umum memiliki hak prerogatif dalam menentukan siapa calon yang akan di
pilih.
Memang hal itu hanyalah
sebuah sinopsis saja namun hal demikian bukan tidak mungkin terjadi, jadi
sebenarnya konvensi yang di adakan partai demokrat ini ialah bukan untuk
menyaring sosok yang akan di usung menjadi capres kelak melainkan hanya sebuah
langkah penyelamat agar elektabilitas demokrat kembali naik seperti tahun-tahun
politik sebelumnya.
Demokrat sekarang ini
seperti sedang di hadapkan oleh dua akibat yang mungkin di ketahui oleh pihak
internal demokrat yakni partai akan sukses lewat jalan konvensinya atau akan
semakin di tinggalkan oleh pemilihnya, tetapi satu ikhwal yang disadari oleh
partai demokrat yakni kebanyakan dari para pemilih di era ini tidak mengindahkan
dari partai apa yang mendukung seorang calon presiden melainkan langsung
menilai sosoknya seperti jokowi sehingga kans untuk sukses lewat konvensinya
jauh lebih besar utnuk partai berlogo biintang cosmos ini. jadi secara
kesimpulan partai penguasa ini terus memutar otaknya tentang bagaimana
mendapatkan seorang sosok yang dapat di atur oleh partai dan juga di cintai
oleh masyarakat sehingga demam si kotak-kkotak “jokowi” dapat di sembuhkan dan
berganti menjadi trendnya si demokrat. Patut di tunggu siapakah yang akan
menjadi pemenang dari konvensi demokrat dan apakah posisi demokrat akan kembali
seperti sedia kala sebagai hasil dari langkah penyelamatan lewat
konvensi?,
sebuah hal yang sangat patut di nantikan. hanya kita sebagai pemilih harus kian
cerdas dalam melihat dan mencerna segala apa yang di lakukan oleh aktor politik
dan partai politik.
0 komentar:
Posting Komentar