Konvensi Demokrat Sebuah Langkah Penyelamatan. Analisa 13 Oktober 2013


Partai demokrat adalah partai yang memenangkan pemilu pada tahun 2004 dan 2009 dengan sosok utama Susilo Bambang Yudhoyono di dalamnya, namun seiring berjalannya waktu partai dan juga sosok itu mulai dipertanyakan kapabilitasnya dalam menjalankan segala amanah pemilihnya. Hal yang demikian dapat tercermin ketika banyak lembaga survei yang memperlihatkan kemrosotan dalam soal elektabilitas dari partai bergambar bintang cosmos ini, selain itu demokrat mulai dipusingkan dengan krisis tokoh yang akan di usungnya pada pilpres 2014 kelak, sebab sang ketua umum sudah tidak bisa lagi di usung untuk maju sebagai calon presiden.

Beberapa masalah di atas membuat intern parpol demokrat mulai mencari langkah penyelamatan agar partainya dapat berbicara banyak di pemilu 2014 kelak. Langkah penyelamatan itu di urai lewat sebuah konvensi dengan tujuan untuk memilih seorang sosok yang akan di usung di pilpres 2014.
Lewat konvensi ini demokrat mencoba menuai harapan agar para peserta konvensi dapat menaikkan kembali harkat partai karena posisi demokrat memang sudah mulai di tinggalkan votersnya dan berpaling kepada sosok yang terkenal dengan blusukannya yakni “jokowi”. Konvensi ini di adalah sebuah siasat yang terbilang cukup cerdas untuk menaikkan elektabilitas parpol, para peserta konvensi berusaha menaikkan elektabilitasnya di mata masyarakat agar dapat memenangkan konvensi dan pasti para peserta konvensi akan menyebut nama dari partai berlambang bintang cosmos ini dalam setiap promosinya di masyarakat sehingga masyarakat mulai simpatik kembali dengan partai demokrat. Benar-benar sebuah langkah penyelamat partai.
 Konon katanya para peserta juga akan di uji lewat popularitasnya di dunia maya seperti di twitter, jika sudah seperti ini maka peperangan antar para konvensi juga akan semakin sengit dan siapa yang akan mendapat untuknya yakni tak lain tak bukan ialah partai pimpinan presiden kita karena partainya akan terus di bicarakan di dunia maya. Para peserta konvensi seperti Dahlan Iskan, Anies Baswedan, Marjukie Alie, Dino Patti Jalal, Pramono Edhi Wibowo adalah kandidat terkuat yang akan memenangi kontes pilpres ala partai demokrat ini mengingat jumlah pengikutnya di twitter sangat tinggi, apalagi sosok Dahlan Iskan yang mulai merambah dunia perfilman sembari mempromosikan dirinya, selain itu sosok anies baswedan juga sosok yang cukup di unggulkan mengingat ia adalah kader dari organisasi kemahasiswaan yang cukup besar di Indonesia. Jadi  siapapun yang akan memenangkan konvensi adalah sosok yang terbaik dari kacamata partai demokrat.
Unsur Politis
Dunia perpolitikan adalah dunia yang bisa dikatakan sebagai dunia yang penuh dengan trik dan siasat agar tujuan dari pengguna trik dan siasat tersebut dapat terwujud, uraian inilah yang mungkin bergulir di partai demokrat. Jika di telisik perlahan-lahan apakah sudah pasti pemenang konvensi akan dijadikan capres tetap oleh partai demokrat dan apakah juga partai demokrat mempertaruhkan harkat dan martabatnya oleh seseorang yang di jagokan atas dasar sebuah konvensi?, pertanyaan-pertanyaan seperti inilah yang sebenarnya memuat unsur-unsur politis di balik konvensi partai berlambang bintang cosmos ini.
Tidak adanya transparansi mau di apakankah pemenang dari konvensi yang melibatkan PNS, intern dan eksternal parpol ini tetapi yang anehnya banyak sosok yang terbilang cerdas mau mengikuti konvensi tanpa kejelasan ini.
Selain itu unsur politis yang lainnya yakni adalah ikutnya sosok adik ipar dari ketua umum partai demokrat yakni, Pramono Edhie Wibowo. Dari para peserta yang lainnya maka sudah pasti sosok yang satu ini paling dekat dengan ketua umum sehingga trik politiknya bisa seperti mewajibkan para peserta konvensi untuk berkeliling-keliling nusantara agar mempromosikan dirinya dan partai dengan reward siapa yang memiliki elektabilitas tertinggi di mata masyarakat akan menjadi pemenang, dan ketika partai demokrat mulai di percaya kembali oleh masayarakat atas kerja keras dari para konvensi bukan tidak mungkin sosok Pramono Edhie Wibowo yang akan di sahkan dan di calonkan oleh ketua umum mengingat ketua umum memiliki hak prerogatif dalam menentukan siapa calon yang akan di pilih.
Memang hal itu hanyalah sebuah sinopsis saja namun hal demikian bukan tidak mungkin terjadi, jadi sebenarnya konvensi yang di adakan partai demokrat ini ialah bukan untuk menyaring sosok yang akan di usung menjadi capres kelak melainkan hanya sebuah langkah penyelamat agar elektabilitas demokrat kembali naik seperti tahun-tahun politik sebelumnya.

Demokrat sekarang ini seperti sedang di hadapkan oleh dua akibat yang mungkin di ketahui oleh pihak internal demokrat yakni partai akan sukses lewat jalan konvensinya atau akan semakin di tinggalkan oleh pemilihnya, tetapi satu ikhwal yang disadari oleh partai demokrat yakni kebanyakan dari para pemilih di era ini tidak mengindahkan dari partai apa yang mendukung seorang calon presiden melainkan langsung menilai sosoknya seperti jokowi sehingga kans untuk sukses lewat konvensinya jauh lebih besar utnuk partai berlogo biintang cosmos ini. jadi secara kesimpulan partai penguasa ini terus memutar otaknya tentang bagaimana mendapatkan seorang sosok yang dapat di atur oleh partai dan juga di cintai oleh masyarakat sehingga demam si kotak-kkotak “jokowi” dapat di sembuhkan dan berganti menjadi trendnya si demokrat. Patut di tunggu siapakah yang akan menjadi pemenang dari konvensi demokrat dan apakah posisi demokrat akan kembali seperti sedia kala sebagai hasil dari langkah penyelamatan  lewat konvensi?, sebuah hal yang sangat patut di nantikan. hanya kita sebagai pemilih harus kian cerdas dalam melihat dan mencerna segala apa yang di lakukan oleh aktor politik dan partai politik. 
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar