Generasi Muda Dalam Bahaya. Analisa


 Generasi muda adalah kelompok orang yang sedang dalam masa-masa keemasan untuk membentuk masa depannya, siapa yang tidak tahu buah manis hasil dari pegerakkan generasi muda untuk negeri pancasila ini. Namun dewasa ini generasi muda itu kian di intai oleh berbagai macam bahaya yang notabene akan membuat para generasi muda jatuh ketitik keabsurdpan yang membuat pelangi masa depan para generasi muda kian pudar warnanya.

Siapa yang tidak tahu kejadian yang mencengangkan kita semua yakni video seksual yang aktor dan aktris utamanya ialah para siswa dan siswi di SMP Negeri 4 Jakarta. Kejadian itu adalah tamparan keras buat buat kita para generasi muda,bahwasanya saat ini kita sedang dalam bahaya. Kita harus kian cerdas dalam memandang sesuatu memang teknologi telah membuat hidup kita menjadi lebih mudah tapi di sisi itu terdapat hal negatifnya, kasus video asusila itu sebagai contohnya. Saya rasa sudah saatnya pemerintah serta orang tua berperan penting untuk meminimalisir hal seperti ini dengan memberikan aturan ketat terhadap usia seseorang untuk menggunakan teknologi canggih, selain itu harus juga ada pemahaman yang kian cerdas dari orang tua bahwa tak selamanya barang mewah itu baik untuk anak yang notabene adalah generasi muda, titipan masa depan.
Era ini adalah era globalisasi dimana segala pengaruh baik itu yang baik ataupun buruk dapat masuk tanpa harus mengurus perizinan layaknya sebuah birokrasi. Sekarang coba perhatikan tontonan kita baik itu sinetron, film ataupun lawakan yang di dalamnya banyak para generasi muda negeri ini mulai lupa akan identitas dirinya sebagai bangsa Indonesia, budaya kebaratan mulai di cintai, budaya ketimuran dan adat istiadat bangsa mulai di lupakan seakan semuanya adalah hal yang absurd.
Narkoba si Biang Keladi
Generasi muda dalam bahaya, memang sejatinya cukup banyak hal-hal buruk yang menimpa para generasi muda saat ini. Hal  itu seperti pencurian, perampokan, pengeroyokan, geng motor, hidup free sex dan hal-hal buruk lainnya. Segala hal buruk itu menurut saya di sebabkan atas dasar narkoba, si barang haram.
Hal itu dapat terbukti sebab seseorang yang memakai narkoba akan dapat lupa diri dan seakan berani untuk melakukan apapun, tidak berhenti sampai di situ saja, apabila seorang pengguna narkoba tidak memiliki dana untuk membeli barang haram tersebut maka bukan tidak mungkin seorang pengguna tersebut dapat melakukan tindak kejahatan atas dorongan untuk membeli barang tersebut, sungguh sebuah hal yang menyeramkan.
Lewat tulisan ini saya coba menyuarakan bahwasanya narkoba ini adalah musuh yang jauh lebih pedas ketimbang korupsi, sebab narkoba ini tidak mengenal miskinkah orang itu atau kayakah orang itu.  Tanpa kita sadari mungkin saat ini kita tengah berada di antara mereka para korban obat-obatan terlarang itu, sesungguhnya bahaya kian mengintai kita. Bahaya itu mungkin pemakai itu tidak sengan melakukan perampokan atau pencurian dengan dalih butuh uang, sekiranya pengguna itu tidak melukai kita. Saatnya adanya tingkat kesadaran yang tinggi dari kita agar memerangi narkooba dengan sunguh-sunguh.
Peredaran narkoba di negeri ini kian memasuki titik nadir, terutama di distrik tanah batak ini (Sumatera Utara) menurut direktorat tindak pidana narkoba (maret 2012) pada kisaran tahun 2007 sampai 2012 ada sekitar 52,05 persen pemakai narkoba apabila kasus tindak pidananya di golongkan menurut peran sedangkan untuk penggolongan kasus tindakan pidana narkotika menurut pendidikan Sekloah Dasar 18,12%, SMP 32,64% dan SMA 46,46%, Sementara menurut salah satu media online pada tanggal 24 agustus 2013 memberitakan bahwa untuk kalangan pelajar sekiranya 22 persen sudah tercap sebagai penguna narkoba, hal yang sangat memperhatinkan melihat generasi muda negeri ini sedang dalam bahaya yang teramat sangat, dapatkah kita bayangkan bagaimanakah nasib mereka di kemudian hari, jika kebayakan  dari mereka sudah kian akrab dengan narkoba.
Langkah Penyelamatan
Sudah saatnya kita sadar akan potensi yang sangat berbahaya ini. Bisa jadi negara ini akan masuk kedalam negara failed state peringkat atas karena narkoba sebagai sutradaranya apalagi jika mereka yang masih mencari jati diri mulai kerasukan pelangi indah hasil janji busuk barang haram.
Sejatinya memang bukan hanya perihal narkoba yang membahayakn untuk para generasi muda negeri ini banyak juga hal lain namun untuk membenahi dan mencegah hal buruk sudah saatnya ada langkah penyelamatan yang terucap baik itu dari pihak pemerintah maupun orang tua, sadar dong harus sadar. Sudah berapa banyak generasi muda negeri ini terjerembab kedalam hal buruk baik karena narkoba ataupun hal lainnya. orang tua apabila anaknya menjadi yang diinginkannya senangnya bukan main tapi jika anaknya berbuat kesalahan marahnya juga bukan main, tapi orang tua terkadang lupa bahwa kesalahan anaknya juga merupakan kelalaian dan kegagalan dari orang tua.

Mari selamatkan generasi muda negeri ini, selain untuk orang tua yang harus melakukan langkah penyelamatan perihal ini pemuda juga harus sadar untuk menyelamatkan dirinya ingatlah posisi kita wahai pemuda. Ijinkan saya memakai kata-kata soe hoe gie yakni
“kita, generasi kita di tugaskan untuk memberantas generasi tua yang mengacau” posisi kita saat ini sangat penting sebab para generasi tua sedang dalam masa kebobrokan korupsi, jadi berhenti sia-siakan diri kita wahai generasi muda, saatnya kita berikan konstribusi nyata untuk negeri ini, sadarkan diri kita juga bahwa diri kita sedang dalam bahaya. Jadi secara real jika dari diri generasi muda dan orang tua sudah terdapat sinergi yang nyata, perihal narkoba, kenakalan remaja dan semacanya tidak akan dapat berkembang biak di negeri ini sebab hal itu sudah di jadikan musuh bersama.
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar