Pengusaha adalah
pekerjaan yang mulia, karena pengusaha membuka lapangan kerja bagi jutaan
manusia, dan tanpa pengusaha, lapangan kerja itu tak akan tercipta. Beginilah
kata bijak yang penulis baca saat sedang browsing di Internet. Sejenak ada
gemuruh dalam hati bahwa menjadi pengusaha jauh lebih baik dari berbagai cara
untuk merubah ekonomi kehidupan.
Penulis pernah
berbincang dengan beberapa orang yang sudah bosan menjadi pegawai dengan
kehidupan yang monoton dan stagnan. Pergi pagi pulang sore atau malam tanpa ada
hal-hal yang menarik dan menantang. Jikalau dirasakan hidup selalu menerima
gaji dan diperintah terus-menerus adalah hidup yang penuh dengan kesedihan,
oleh sebab itu saatnya merubah mindset dan mulailah berpikir untuk mencipta.
Menjadi pengusaha
adalah orang yang senantiasa mencipta sebagaimana kata bijak yang penulis
tuliskan di atas. Tapi memang menjadi pengusaha ini bukanlah hal yang mudah,
diantara kita mungkin terlalu takut untuk mencoba dan bertaruh demi kesuksesan.
Mindset kebanyakan manusia Indonesia lebih senang mendapatkan hal-hal yang
pasti tapi stagnan daripada mendapatkan hal yang belum pasti tapi menjanjikan.
Inilah efek samping
dari lamnya bangsa ini mendekam dalam sedihnya masa kolonial Belanda. Kita
tidak diajarkan untuk jadi pemimpin dan pencipta yang baik. Pola pikir yang
tertanam dalam benak ialah pola pikir pekerja. Efek dari hal itu membuat kita
takut untuk berpetualang, takut untuk berkembang. Coba perhatikan Malaysia,
bangsa yang satu ini dijajah oleh Inggris yang pada masa itu mengajarkan kiat
untuk menjadi pemimpin dan pencipta, sehingga tidak heran bangsa kita
ketinggalan jauh dengan bangsa melayu itu.
Lihatlah negara-negara
maju seperti Singapore, Amerika, Inggris, Swiss dimana masyarakatnya enggan
untuk jadi pekerja seperti PNS, berbanding terbalik dengan apa yang terjadi di
negeri ini, ketika lowongan kerja sebagai PNS dibuka maka ribuan orang akan
mendaftarkan dirinya bahkan rela menyuap dengan puluhan smapai ratusan juta.
Disinilah letak tertinggalnya kita dengan bangsa lain.
Saatnya kita mencoba
untuk menggadai hidup yang baru dengan jaminan ekonomi lebih baik seperti
menjadi pengusaha. Lambertus Darian, Yasa Singgih dan banyak lainnya. Mereka
ini adalah pengusaha muda yang sukses dengan omzet puluhan juta. Dalam biografi
kedua pengusaha ini diceritakan kegagalan pada awal usahanya, dimana
dagangannya tidak laku bahkan sampai ditipu orang, tapi keberanian untuk mencoba
membuat mereka berada di puncak seperti sekarang ini. Mari belajar dari dua
orang pengusaha ini. Mereka menemukan sebuah hal penting dalam hidup yakni “berani”.
Berani
Mencipta dan Mencoba
Pramoedya Ananta Toer
pernah berkata “Kalau mati dengan berani, kalau hidup dengan berani. Kalau
keberanian tidak ada itulah sebabnya setiap bangsa asing bisa menjajah kita”. Inilah yang senantiasa kita rasa. Kita
tidak memiliki keberanian seperti dua pengusaha muda itu, lebih baik kita
dijajah oleh kaum borjouis (bos) dengan omelan plus gaji rendah. Mau sampai
kapan kita begini, bekerja dan bekerja.
Apa kita tidak mau memerintah?, Apa kita tidak mau dihormati
seperti kita menghormati bos kita?. Kalau sudah ada keyakinan untuk merubah
tatanan hidup yang membosankan ini maka Lebih baik jadi
pengusaha.
Apa yang membuat kita
takut untuk menjadi pengusaha?, apakah modal?, lihatlah Chairul Tanjung ia
tidak mempunyai banyak modal, ia hanya punya keberanian untuk membuka usaha Photocopi
kecil-kecilan dengan modal sangat kecil di kampusnya, mulai dari itulah ia
meniti karir hingga menjadi pengusaha tersukses di republik ini. Modal utama
yang perlu dicari ialah keberanian.
Berbagai cerita di atas
maka sudah saatnya kita beralih profesi menjadi pengusaha dan berani mencipta.
Lupakan rasa takut akan kegagalan sebab rasa takut itu yang akan menghambat
kita. Orang yang gagal adalah orang yang melamgkah tanpa persiapan, maka
sebelum menjadi pengusaha siapkan segala sesuatunya dengan matang.
Penulis ingin
memberikan sedikit tips untuk menjadi pengusaha yakni: Pelajari dunia usaha
yang dapat kita ciptakan (geluti), apakah usaha yang berorientasi jasa, barang
atau yang lainnya. Setelah itu mulai operasi daerah yang menjadi terget usaha
kita, kalau perlu sebar angket demi meyakinkan diri atas keberhasilan usaha
kita.
Setelah itu mulai untuk
berusaha dengan coba-coba tapi serius dengan modal yang kecil. Liatlah reaksi
dari bagian ini, jikalau bagian ini mendapat respon positif maka mulai dengan
modal besar, insya allah kesuksesan akan menerpa kita.jangan lupa balut balut
tips ini dengan berdoa dan percaya akan suksesnya usaha yang kita geluti,
sehingga kegiatan kita mendapat berkah dari tuhan yang maha esa.
Dari uraian di atas
maka tidak ada lagi kata takut untuk mencoba dan mencipta. Menjadi pengusaha
adalah sebuah pekerjaan yang mulia sebab orang menggantungkan hidupnya di sisi
kita. Maka mulai saat ini rubahi mindset penakut itu, berani mencoba dan
mencipta demi ekonomi yang lebih baik. lebih baik jadi pengusaha tanamkan itu
di benak agar kita menjadi sosok yang berani mencoba, hingga kesuksesan menyapa
kita.

0 komentar:
Posting Komentar