Lebih Baik Jadi Pengusaha. Medan Bisnis, 13 Agustus 2014

Pengusaha adalah pekerjaan yang mulia, karena pengusaha membuka lapangan kerja bagi jutaan manusia, dan tanpa pengusaha, lapangan kerja itu tak akan tercipta. Beginilah kata bijak yang penulis baca saat sedang browsing di Internet. Sejenak ada gemuruh dalam hati bahwa menjadi pengusaha jauh lebih baik dari berbagai cara untuk merubah ekonomi kehidupan.
Penulis pernah berbincang dengan beberapa orang yang sudah bosan menjadi pegawai dengan kehidupan yang monoton dan stagnan. Pergi pagi pulang sore atau malam tanpa ada hal-hal yang menarik dan menantang. Jikalau dirasakan hidup selalu menerima gaji dan diperintah terus-menerus adalah hidup yang penuh dengan kesedihan, oleh sebab itu saatnya merubah mindset dan mulailah berpikir untuk mencipta.
Menjadi pengusaha adalah orang yang senantiasa mencipta sebagaimana kata bijak yang penulis tuliskan di atas. Tapi memang menjadi pengusaha ini bukanlah hal yang mudah, diantara kita mungkin terlalu takut untuk mencoba dan bertaruh demi kesuksesan. Mindset kebanyakan manusia Indonesia lebih senang mendapatkan hal-hal yang pasti tapi stagnan daripada mendapatkan hal yang belum pasti tapi menjanjikan.
Inilah efek samping dari lamnya bangsa ini mendekam dalam sedihnya masa kolonial Belanda. Kita tidak diajarkan untuk jadi pemimpin dan pencipta yang baik. Pola pikir yang tertanam dalam benak ialah pola pikir pekerja. Efek dari hal itu membuat kita takut untuk berpetualang, takut untuk berkembang. Coba perhatikan Malaysia, bangsa yang satu ini dijajah oleh Inggris yang pada masa itu mengajarkan kiat untuk menjadi pemimpin dan pencipta, sehingga tidak heran bangsa kita ketinggalan jauh dengan bangsa melayu itu.
Lihatlah negara-negara maju seperti Singapore, Amerika, Inggris, Swiss dimana masyarakatnya enggan untuk jadi pekerja seperti PNS, berbanding terbalik dengan apa yang terjadi di negeri ini, ketika lowongan kerja sebagai PNS dibuka maka ribuan orang akan mendaftarkan dirinya bahkan rela menyuap dengan puluhan smapai ratusan juta. Disinilah letak tertinggalnya kita dengan bangsa lain.
Saatnya kita mencoba untuk menggadai hidup yang baru dengan jaminan ekonomi lebih baik seperti menjadi pengusaha. Lambertus Darian, Yasa Singgih dan banyak lainnya. Mereka ini adalah pengusaha muda yang sukses dengan omzet puluhan juta. Dalam biografi kedua pengusaha ini diceritakan kegagalan pada awal usahanya, dimana dagangannya tidak laku bahkan sampai ditipu orang, tapi keberanian untuk mencoba membuat mereka berada di puncak seperti sekarang ini. Mari belajar dari dua orang pengusaha ini. Mereka menemukan sebuah hal penting dalam hidup yakni “berani”.  
Berani Mencipta dan Mencoba
Pramoedya Ananta Toer pernah berkata “Kalau mati dengan berani, kalau hidup dengan berani. Kalau keberanian tidak ada itulah sebabnya setiap bangsa asing bisa menjajah kita”. Inilah yang senantiasa kita rasa. Kita tidak memiliki keberanian seperti dua pengusaha muda itu, lebih baik kita dijajah oleh kaum borjouis (bos) dengan omelan plus gaji rendah. Mau sampai kapan kita begini, bekerja dan bekerja.
Apa kita tidak mau memerintah?, Apa kita tidak mau dihormati seperti kita menghormati bos kita?. Kalau sudah ada keyakinan untuk merubah tatanan hidup yang membosankan ini maka Lebih baik jadi pengusaha.
Apa yang membuat kita takut untuk menjadi pengusaha?, apakah modal?, lihatlah Chairul Tanjung ia tidak mempunyai banyak modal, ia hanya punya keberanian untuk membuka usaha Photocopi kecil-kecilan dengan modal sangat kecil di kampusnya, mulai dari itulah ia meniti karir hingga menjadi pengusaha tersukses di republik ini. Modal utama yang perlu dicari ialah keberanian.
Berbagai cerita di atas maka sudah saatnya kita beralih profesi menjadi pengusaha dan berani mencipta. Lupakan rasa takut akan kegagalan sebab rasa takut itu yang akan menghambat kita. Orang yang gagal adalah orang yang melamgkah tanpa persiapan, maka sebelum menjadi pengusaha siapkan segala sesuatunya dengan matang.
Penulis ingin memberikan sedikit tips untuk menjadi pengusaha yakni: Pelajari dunia usaha yang dapat kita ciptakan (geluti), apakah usaha yang berorientasi jasa, barang atau yang lainnya. Setelah itu mulai operasi daerah yang menjadi terget usaha kita, kalau perlu sebar angket demi meyakinkan diri atas keberhasilan usaha kita.
Setelah itu mulai untuk berusaha dengan coba-coba tapi serius dengan modal yang kecil. Liatlah reaksi dari bagian ini, jikalau bagian ini mendapat respon positif maka mulai dengan modal besar, insya allah kesuksesan akan menerpa kita.jangan lupa balut balut tips ini dengan berdoa dan percaya akan suksesnya usaha yang kita geluti, sehingga kegiatan kita mendapat berkah dari tuhan yang maha esa.

Dari uraian di atas maka tidak ada lagi kata takut untuk mencoba dan mencipta. Menjadi pengusaha adalah sebuah pekerjaan yang mulia sebab orang menggantungkan hidupnya di sisi kita. Maka mulai saat ini rubahi mindset penakut itu, berani mencoba dan mencipta demi ekonomi yang lebih baik. lebih baik jadi pengusaha tanamkan itu di benak agar kita menjadi sosok yang berani mencoba, hingga kesuksesan menyapa kita.
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar