Pada era modern seperti ini, partisipasi warga dalam
berbagai bidang dalam negaranya bukan lagi hal yang tabu. Terlebih lagi negara
ini menjadikan demokrasi sebagai haluan pengaplikasian kedaulatan rakyat. Dalam
dunia jurnalistik partisipasi warga juga merupakan hal yang patut dibangkitkan,
sebab partisipasi warga dalam bidang jurnalistik adalah sebuah lambang
kedaulatan dan kebebasan berekspresi dalam artian yang sebenarnya.
Jurnalisme warga adalah
kegiatan warga biasa (bukan wartawan) memberikan berita/informasi atau
liputannya lalu menjadikannya sebagai konsumsi publik tanpa mengharapkan
imbalan. Secara sederhana beginilah jurnalisme warga (citizen journalism) diartikan.
Adanya jurnalisme warga
ini telah memberikan hawa reformis yang sejati, sebab tidak ada lagi
pengekangan yang mencengkik kebebasan bagi rakyat. Kegiatan jurnalisme warga
ini telah banyak memberikan bantuan kepada media mainstream sehingga informasi dapat diketahui oleh khalayak ramai.
Sebagai contoh, adanya
hasil rekaman dari warga biasa ketika terjadi bencana alam tsunami di Aceh,
dimana pada saat itu tak satupun media mainstream
yang berhasil meliput dahsyatnya gelombang yang meluluhlantahkan kota
serambi mekah. Dengan adanya rekaman dari warga biasa ini maka seluruh
Indonesia dapat melihat bagaimana dahsyatanya bencana alam itu.
Kegiatan jurnalisme
warga ini juga tidak terbatas pada saat apa yang kita infokan di publikasikan
oleh media mainstream tapi kicauan
dan status di media sosial yang menyangkut informasi untuk khalayak ramai juga merupakan
sebuah kegiatan yang disebut sebagai jurnalisme warga.
Dari hal diatas, dirasa
perlu kegiatan jurnalisme warga ini ditingkatkan sehingga menjadi sebuah
keharusan bagi warga dalam mengaktifkan dirinya untuk berpartisipasi, terkhusus
untuk bidang jurnalis yang masih monoton dikerjakan dan digeluti oleh wartawan professional.
Dengan adanya kegiatan jurnalisme warga ini maka dapat dipastikan era transparansi
dan partisipasi mencapai klimaksnya, sehingga segala kegiatan yang terjadi
dapat dipantau antar sesama warga negara, selain itu dengan adanya kegiatan
jurnalisme warga ini maka negara akan semakin mudah mengontrol dan mengawasi
setiap tindak tanduk warganya.
Selain hal positif di
atas, bangkitnya gairah jurnalisme warga ini akan meminimalisir kegiatan
kesewenang-wenangan dari pihak pemangku kebijakan yang akan merugikan rakyat
seperti korupsi, kolusi, nepotisme, manipulasi, kejahatan kemanusiaan,
pengkerdilan HAM dan sebagainya, sehingga pelbagai kegiatan yang akan dijalani
pemangku kebijakan akan berjalan berdasar kepada moralitas yang jelas. Perlu
diingat tindakan moral adalah tindakan yang diawali dengan berpikir terlebih
dahulu sebelum mulai bertindak.
Jika kondisinya sudah
seperti ini maka tidak dapat dipungkiri lagi kehidupan berbangsa dan bernegara
akan semakin baik, sebab salah satu syarat untuk menjadi negara yang maju
adalah tingginya angka partisipasi warga dalam segala sendi kehidupan berbangsa
dan bernegara.
Dari hal itu maka
tidaklah heran jika banyak para ahli yang menyebutkan bahwa keterlibatan warga
negara terkhusus dalam bidang pemberitaan di media adalah tongak penegakan
demokrasi substansial, sehingga demokrasi di negeri ini tidak hanya sebatas prosedural
yang hadir setiap musiman ketika pemilu mulai menyapa rakyatnya. Perlu dicatat
jika demokrasi sudah berjalan sesuai ihwalnya yakni berbasis substansial,
niscaya negara ini akan melaju kencang menjadi negara yang besar dan gagah,
karena kedaulatan rakyatnya teraplikasi nyata lewat jurnalisme warga.
Namun, membangkitnya
jurnalisme warga ini bukan semudah membalikan telapak tangan. Hal itu dadasari
karena minimnya kesadaran dari pihak warga terkait jurnalisme warga,
pensosialisasian dari pihak media mainstream
juga minim, kesadaran akan pelbagai informasi dari pihak warga juga tidak menjadi
kebiasaan dan yang menjadi masalah utama ialah minimnya kepandaian dari pihak
warga dalam menggunakan media-media sosial di internet sehingga proses sharing informasi menempuh jalan buntu.
Lewat tulisan ini
penulis ingin mengampanyekan kesadaran jurnalisme warga, sehingga masalah yang
ada di atas dapat terjawab demi tegaknya partisipasi masyarakat. Bayangkan
akibat yang sangat besar dan positif dari kegiatan jurnalisme warga seperti
yang sudah penulis katakan sebelumnya.
Mulailah dengan menulis
sesuatu lalu kirim ke media, mulailah juga dengan berbagi informasi dengan
teman terkait berita penting untuk dikomsumsi khalayak ramai, lalu mulailah
aktif dalam ikut serta dalam mengisi komentar-komentar di kolom-kolom
partisipasi warga yang ada, salah satunya seperti di medan bisnis, surat kabar
ini menyediakan kolom kolom “interaktif bisnis” sebagai tempat langsung warga
ikut bersuara.
Jadi harus disadari
bahwasanya sudah banyak tempat kita selaku warga negara untuk ikut serta aktif
dalam memberikan informasi, selagi informasi itu tidak berbau sara maka jangan
pernah enggan untuk mendermakan diri turut serta dalam dunia jurnalistik. Jika
kita ingin negara ini maju seperti yang sudah penulis katakan diatas, maka
saatnya biasakan diri untuk menulis, berkomentar, berbagi informasi dan melek
teknologi untuk menunjang peran aktif membangun negara.

0 komentar:
Posting Komentar