Membangkitkan Semangat Jurnalisme Warga, Medan Bisnis, 17 Juni 2014

Pada era modern seperti ini, partisipasi warga dalam berbagai bidang dalam negaranya bukan lagi hal yang tabu. Terlebih lagi negara ini menjadikan demokrasi sebagai haluan pengaplikasian kedaulatan rakyat. Dalam dunia jurnalistik partisipasi warga juga merupakan hal yang patut dibangkitkan, sebab partisipasi warga dalam bidang jurnalistik adalah sebuah lambang kedaulatan dan kebebasan berekspresi dalam artian yang sebenarnya.
Jurnalisme warga adalah kegiatan warga biasa (bukan wartawan) memberikan berita/informasi atau liputannya lalu menjadikannya sebagai konsumsi publik tanpa mengharapkan imbalan. Secara sederhana beginilah jurnalisme warga (citizen journalism) diartikan.
Adanya jurnalisme warga ini telah memberikan hawa reformis yang sejati, sebab tidak ada lagi pengekangan yang mencengkik kebebasan bagi rakyat. Kegiatan jurnalisme warga ini telah banyak memberikan bantuan kepada media mainstream sehingga informasi dapat diketahui oleh khalayak ramai.
Sebagai contoh, adanya hasil rekaman dari warga biasa ketika terjadi bencana alam tsunami di Aceh, dimana pada saat itu tak satupun media mainstream yang berhasil meliput dahsyatnya gelombang yang meluluhlantahkan kota serambi mekah. Dengan adanya rekaman dari warga biasa ini maka seluruh Indonesia dapat melihat bagaimana dahsyatanya bencana alam itu.
Kegiatan jurnalisme warga ini juga tidak terbatas pada saat apa yang kita infokan di publikasikan oleh media mainstream tapi kicauan dan status di media sosial yang menyangkut informasi untuk khalayak ramai juga merupakan sebuah kegiatan yang disebut sebagai jurnalisme warga.
Dari hal diatas, dirasa perlu kegiatan jurnalisme warga ini ditingkatkan sehingga menjadi sebuah keharusan bagi warga dalam mengaktifkan dirinya untuk berpartisipasi, terkhusus untuk bidang jurnalis yang masih monoton dikerjakan dan digeluti oleh wartawan professional. Dengan adanya kegiatan jurnalisme warga ini maka dapat dipastikan era transparansi dan partisipasi mencapai klimaksnya, sehingga segala kegiatan yang terjadi dapat dipantau antar sesama warga negara, selain itu dengan adanya kegiatan jurnalisme warga ini maka negara akan semakin mudah mengontrol dan mengawasi setiap tindak tanduk warganya.
Selain hal positif di atas, bangkitnya gairah jurnalisme warga ini akan meminimalisir kegiatan kesewenang-wenangan dari pihak pemangku kebijakan yang akan merugikan rakyat seperti korupsi, kolusi, nepotisme, manipulasi, kejahatan kemanusiaan, pengkerdilan HAM dan sebagainya, sehingga pelbagai kegiatan yang akan dijalani pemangku kebijakan akan berjalan berdasar kepada moralitas yang jelas. Perlu diingat tindakan moral adalah tindakan yang diawali dengan berpikir terlebih dahulu sebelum mulai bertindak.
Jika kondisinya sudah seperti ini maka tidak dapat dipungkiri lagi kehidupan berbangsa dan bernegara akan semakin baik, sebab salah satu syarat untuk menjadi negara yang maju adalah tingginya angka partisipasi warga dalam segala sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dari hal itu maka tidaklah heran jika banyak para ahli yang menyebutkan bahwa keterlibatan warga negara terkhusus dalam bidang pemberitaan di media adalah tongak penegakan demokrasi substansial, sehingga demokrasi di negeri ini tidak hanya sebatas prosedural yang hadir setiap musiman ketika pemilu mulai menyapa rakyatnya. Perlu dicatat jika demokrasi sudah berjalan sesuai ihwalnya yakni berbasis substansial, niscaya negara ini akan melaju kencang menjadi negara yang besar dan gagah, karena kedaulatan rakyatnya teraplikasi nyata lewat jurnalisme warga.
Namun, membangkitnya jurnalisme warga ini bukan semudah membalikan telapak tangan. Hal itu dadasari karena minimnya kesadaran dari pihak warga terkait jurnalisme warga, pensosialisasian dari pihak media mainstream juga minim, kesadaran akan pelbagai informasi dari pihak warga juga tidak menjadi kebiasaan dan yang menjadi masalah utama ialah minimnya kepandaian dari pihak warga dalam menggunakan media-media sosial di internet sehingga proses sharing informasi menempuh jalan buntu.
Lewat tulisan ini penulis ingin mengampanyekan kesadaran jurnalisme warga, sehingga masalah yang ada di atas dapat terjawab demi tegaknya partisipasi masyarakat. Bayangkan akibat yang sangat besar dan positif dari kegiatan jurnalisme warga seperti yang sudah penulis katakan sebelumnya.
Mulailah dengan menulis sesuatu lalu kirim ke media, mulailah juga dengan berbagi informasi dengan teman terkait berita penting untuk dikomsumsi khalayak ramai, lalu mulailah aktif dalam ikut serta dalam mengisi komentar-komentar di kolom-kolom partisipasi warga yang ada, salah satunya seperti di medan bisnis, surat kabar ini menyediakan kolom kolom “interaktif bisnis” sebagai tempat langsung warga ikut bersuara.

Jadi harus disadari bahwasanya sudah banyak tempat kita selaku warga negara untuk ikut serta aktif dalam memberikan informasi, selagi informasi itu tidak berbau sara maka jangan pernah enggan untuk mendermakan diri turut serta dalam dunia jurnalistik. Jika kita ingin negara ini maju seperti yang sudah penulis katakan diatas, maka saatnya biasakan diri untuk menulis, berkomentar, berbagi informasi dan melek teknologi untuk menunjang peran aktif membangun negara.
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar